Sunday , 24 September 2017
Home » Berita » Workshop: Data Analytic in Audit
Workshop: Data Analytic in Audit

Workshop: Data Analytic in Audit

Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan  bekerja sama dengan Risk Advisory – PT Deloitte Konsultan Indonesia menyelenggarakan Workshop Audit “ Data Analytic in Audit” yang dilaksanakan di Fakultas Ekonomi – Gedung 9  pada hari Sabtu tanggal 29 Oktober 2016 dari pukul 09.30 – 15.30. Acara ini diikuti kurang lebih oleh 40 peserta yang terdiri dari mahasiswa tingkat akhir dan dosen. Acara ini diprakarsai oleh Bapak Brian Indradjaja selaku Deloitte Indonesia Risk Advisory Leader – PT Deloitte Konsultan Indonesia. Acara ini merupakan wujud kepedulian Risk Advisory PT Deloitte Konsultan Indonesia  pada kemajuan generasi muda Unpar. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Gery R Lusanjaya, SE., M.T  selaku Ketua Program Studi Akuntansi – Universitas Katolik Parahyangan dan sambutan juga diberikan oleh Bapak Tommy Hartanto selaku Deputy Operation Leader Risk Advisory –  PT Deloitte Konsultan Indonesia pada seluruh peserta. Workshop  ini terbagi ke dalam 5 sesi.

deloitte-audit-workshop_2

Sesi 1: Introduction to Data Analytic

Pada sesi pertama ini dibawakan oleh Bapak Syailendra Budiristio selaku Associate Director. Pada sesi ini pada peserta diberikan wawasan secara overview mengenai data analytic. Bagi perusahaan, data merupakan lifeblood yang mendukung seluruh aspek bisnis dari customer. Data sendiri terdiri atas dua macam, yaitu raw data (data yang belum diolah) dan structured data (data yang sudah diolah). Sedangkan analisa merupakan penemuan, interprestasi, dan komunikasi pola yang berarti dalam suatu data. Analisa adalah proses memperoleh dan mengolah raw data agar menjadi informasi yang berguna untuk proses decision making. Ada beberapa keuntungan perusahaan melakukan data analytic, salah satunya adalah untuk efisiensi operasional perusahaan.

Dalam sesi ini diberikan beberapa contoh data analytic tools yang terdapat pada program Microsoft Excel, seperti sum-if, sum-ifs, pivot table, filter and conditional formatting, dan look up functions. Dalam audit, analytic tools dilakukan dengan cara memilih sampel terlebih dahulu agar segala sesuatu yang diuji dapat memberikan value kepada client, menetapakan area yang berisiko dan melakukan pengujian, serta mempresentasikan hasil dari audit yang dilakukan. Selain itu, pihak Deloitte memberikan illustrative case agar peserta memahami apa yang dimaksud dengan data analytic secara praktik.

deloitte-audit-workshop_7

Sesi 2: Business Process

Pada sesi kedua ini dibawakan oleh Bapak Aries Dwiantanto selaku Assistant Manager. Pada sesi ini pada peserta diberikan wawasan mengenai Business Process. Business process adalah end-to-end process dari awal penerimaan barang hingga barang tersebut berakhir di tangan customer. Salah satu contoh business process adalah cycle-cycle yang terjadi dalam perusahaan, seperti revenue cycle dan human resource and payroll cycle.

Business process, risks, dan controls sendiri saling berkaitan satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan. Perusahaan dapat menetapkan controls bila sudah mengetahui business process dan risks perusahaan. Control objectives harus ditetapkan terlebih dahulu agar dapat dilakukan assessment risks dari objectives yang ingin dicapai. Setelah itu, perusahaan menentukan control activities yang dibutuhkan untuk memitigasi risks yang ada. Meskipun terkadang perusahaan sudah memiliki control activities, auditor perlu melakukan test of control agar memastikan bahwa sistem control telah berjalan sesuai desain yang telah dibuat.

Sesi 3: Audit Analytics

Pada sesi ketiga ini dibawakan oleh Bapak Albert Wiharja selaku Assistant Manager. Pada sesi ini pada peserta diberikan wawasan Audit Analytic. Audit analytic dilakukan karena adanya shifting dari pengolahan data secara manual menjadi otomatis, kebutuhan efisiensi, perlu berfokus pada risiko yang benar-benar ada, adanya kapasitas atas teknologi, serta berkembangnya jumlah data.

Ada beberapa tahap metodologi untuk melakukan data analytic. Tahap pertama adalah data identification yang dilakukan untuk mengetahui auditor perlu berfokus pada area bisnis yang mana. Tahap dua adalah data collections, di mana auditor mengambil data yang berkaitan dengan area bisnis yang telah ditetapkan. Tahap selanjutnya adalah data fusion. Data fusion dilakukan karena belum tentu seluruh perusahaan memiliki database yang rapi sehingga data tersebut harus digabungkan terlebih dahulu untuk mendapatkan suatu pattern.

 deloitte-audit-workshop_8

Sesi 4: Human Resource and Payroll

            Pada sesi keempat ini dibawakan oleh Bapak Tommy Hartanto selaku Associate Director. Pembahasan pada sesi ini terkait mengenai data analytic dalam human resource and payroll cycle. Human resource and payroll cycle terdiri atas beberapa tahapan, yaitu mulai dari hiring             (leaving), calculating payroll, disbursement payroll, updating payrolls master data. Setiap tahapan tersebut memiliki audit objectives yang ingin dicapai, salah satu contohnya pada tahap disbursement payrolls auditor ingin mencapai audit objectives accuracy, existence, dan cut off. Agar mencapai audit objectives tersebut, auditor perlu melakukan data analytic.

Dalam sesi ini, pihak Deloitte memberikan contoh kasus aktual mengenai human resource and payroll cycle dan mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan data analytic terkait data yang diberikan tersebut.

deloitte-audit-workshop_5

Sesi 5: Qlik Application

Pada sesi kelima ini dibawakan oleh Bapak Abdiansyah Prahasto selaku Manager. Pihak Deloitte memberikan pelatihan penggunaan aplikasi Qlik. Aplikasi Qlik adalah aplikasi yang digunakan untuk mempresentasikan dan melaporkan data. Dengan menggunakan aplikasi Qlik ini, internal auditor, manajemen, serta direksi dapat mengetahui proses internal audit yang telah dilakukan. Dalam sesi ini, Deloitte mempraktikan bagaimana cara membuat line charts, bar charts, serta pie charts agar presentasi hasil data menjadi lebih mudah dipahami.

Dalam Acara workshop ini para peserta diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi dalam melakukan pengolahan dan analisa data riil yang diberikan sehingga para peserta memperoleh wawasan dan pengalaman secara langsung menjadi bekal bagi para mahasiswa dalam memasuki dunia kerja terutama dalam memasuki Kantor Akuntan Publik.  Selain itu juga memberikan wawasan bagi para dosen dalam memperbaharui proses pembelajaran bagi para peserta didik. Peserta terlibat langsung dalam setiap sesi yang dibawakan oleh para presenter dan terlibat aktif.

Workshop ini menjadi lebih berkesan karena dibawakan dan dihadiri oleh beberapa alumni Akuntansi Unpar sebagai bentuk kepedulian para alumni pada almamaternya sehingga dapat terbentuk suasana kebersamaan dan menimbulkan kenangan tersendiri bagi para alumni kembali ke kampus Unpar tercinta.