Kelas Audit Industri Spesifik KPMG Indonesia Pertemuan ke-2

Kelas Audit Industri Spesifik pada pertemuan ke-2 (29/9/2023) membahas mengenai industri Plantation yang dibawakan oleh Bapak Erwin Irawan selaku Audit Director di KPMG Indonesia. Materi yang dibawakan dimulai dari background dan history palm oil plantation, dilanjutkan dengan agriculture bearer plants, borrowing costs, cooperatives/KUD/Plasma scheme, taxations, what to do during inventory count observation, dan common identified risks in audit.

Melalui kelas pada pertemuan kali ini, banyak hal baru yang dipelajari dalam industri kelapa sawit. Seperti pengetahuan bahwa Indonesia berada pada peringkat pertama sebagai produsen kelapa sawit dunia, di mana sejak 1980, perkembangan produksi minyak kelapa sawit dalam bentuk CPO meningkat dengan pertumbuhan rata-rata 11,13% per tahun. Untuk membuka industri kelapa sawit, seseorang harus memiliki Hak Guna Usaha (HGU) atau land right. Hal ini merupakan salah satu common risk dalam bisnis di industri kelapa sawit. Tak hanya HGU, common risk lainnya yang harus dipertimbangkan dalam mendirikan bisnis di industri kelapa sawit adalah risiko cuaca di tempat yang akan ditanami kelapa sawit.

Tak hanya belajar mengenai peraturan dan audit dalam industri kelapa sawit, mahasiswa dapat lebih paham dan mendalami industri kelapa sawit mulai dari proses penanaman, hingga produk-produk yang dapat dihasilkan dari kelapa sawit. Mahasiswa pun diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai materi yang dipaparkan pada pertemuan kali ini, sehingga dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan berpikir, serta meningkatkan keaktifan di kelas. Selain itu di berikan case – case studi yang dapat memberikan pemahaman lebih mendalam dalam perhitungan akuntansi dan juga dari aspek Standar Akuntansi Keuangan yang terkait baik itu PSAK 16 dan 69.