Kelas Audit Industri Spesifik KPMG Indonesia-Pertemuan ke-9

Kelas Audit Industri Spesifik KPMG Pertemuan ke – 9 (22/11/2023) membahas mengenai audit dalam industri Power Plant yang dibawakan oleh Bapak Thomas Thrasher. Beliau berkewarganegaraan Amerika selaku Audit Partner dan Renaldi G. Ndoen selaku Audit Senior Manager dari KPMG Indonesia yang sudah berpengalaman selama 11 tahun dan banyak menangani klien di industri Power Plant.

Materi yang dibawakan dimulai dari Introduction and Business Process dari Electricity, Accounting Standard yang berlaku, dan Accounting Simulation dengan membahas Financial Statement dari salah satu perusahaan di Indonesia, yaitu PT. IPP Indonesia. Tidak hanya itu, pemaparan materi di kelas juga didukung dengan penayangan  satu video mengenai Physics Power Station & National Grid yang dapat menunjang pembelajaran mahasiswa menjadi lebih memahami mengenai industri Power Plant.

Penjelasan yang dipaparkan oleh Bapak Thomas Thrasher memberikan pengetahuan mengenai industri Power Plant, di mana jenis bisnis listrik (electricity) terbagi menjadi 2, yaitu: Upstream (bagaimana listrik tersebut diproduksi) dan Downstream (bagaimana listrik tersebut didistribusikan). Selain itu, dalam industri ini juga terdapat beberapa fuel yang digunakan untuk menghasilkan listrik seperti coal, hydro, wind, oil, biomass/biogas, geothermal, gas, solar, ocean, dan waste.

Setelah pemaparan materi mengenai proses bisnis dalam industri Power Plant, dijelaskan juga mengenai pencatatan akuntansi dalam sektor pembangkit listrik di Indonesia yang dijelaskan secara lebih lanjut oleh Bapak Renaldi G. Ndoen. Accounting Standard yang relevan dalam industri ini antara lain IFRIC 12 (ISAK 16) yang mencakup Financial Asset, Intangible Asset dan Bifurcated dimana biasanya hal ini terkait dengan perjanjian konsesi jasa, IFRS 15 (PSAK 73) terkait dengan sewa dan Executory Contract (IFRS 15 / PSAK 72). Dalam mengaudit industri Power Plant, hal yang perlu diperhatikan adalah mengenal industrinya terlebih dahulu untuk memahami bagaimana cara perusahaan menghasilkan dan mencatat revenue, biaya-biaya yang muncul, serta standar akuntansi yang applicable dengan industri tersebut. Setelah mendengarkan penjelasan Bapak Thomas Thrasher dan Bapak Renaldi G. Ndoen mahasiswa diajak untuk menganalisis bersama laporan keuangan dari industri Power Plant. Tak hanya itu pada sesi akhir kelas, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab terkait materi yang telah disampaikan sebelumnya.