Kelas Audit Industri Spesifik, Pertemuan ke-4

Pada tanggal 5 Oktober 2022, para mahasiswa program studi Akuntansi kembali mengikuti kelas mata kuliah Audit Industri Spesifik yang merupakan bentuk kerja sama antara KPMG Indonesia dengan Program Studi Akuntansi FE UNPAR. Setelah sebelumnya membahas secara spesifik mengenai audit pada industri General Mining dan Plantation, pertemuan kali ini dilaksanakan secara hybrid membahas salah satu industri lain berupa Power Plant (Pembangkit Tenaga Listrik). Materi pada perkuliahan ini dibawakan oleh Thomas Thrasher selaku Audit Partner dan Renaldi G. Ndoen selaku Audit Senior Manager dari KPMG Indonesia.

Penjelasan diawali dengan jenis bisnis listrik (electricity) yang terbagi menjadi 2, yaitu: upstream (bagaimana listrik tersebut diproduksi) dan downstream (bagaimana listrik tersebut didistribusikan), sumber listrik, pengetahuan secara umum dan istilah yang sering digunakan dalam sektor listrik, bahan bakar yang dapat digunakan untuk menghasilkan tenaga listrik, serta produsen listrik independen, yang terdiri dari Component A,B,C,D,E. Setelah pemaparan mengenai proses bisnis, dijelaskan juga mengenai pencatatan Akuntansi dalam sektor Pembangkit Listrik di Indonesia. Peraturan Akuntansi yang digunakan adalah IFRIC 12 (ISAK 16) mencakup Financial Asset, Intangible Asset dan Bifurcated dimana biasanya hal ini terkait dengan kondisi jasa, lalu ada IFRS 16 (PSAK 73) terkait dengan kondisi sewa, atau IFRS 15 (PSAK 72) atau disebut dengan Executory Contract terkait kontrak dengan pelanggan. Disini kami mengetahui cara penggunaan IFRS 16 (PSAK 73), atau IFRS 15 dengan signifikan. Kami lebih mengerti secara dalam mengenai penjelasan dari PPA, APP dan PLN.

Di akhir sesi dibahas juga laporan keuangan milik PT IPP Indonesia untuk tahun 31 Desember 2017 yang membantu mahasiswa mendaptkan bayangan atas penyajian laporan keuangan, khususnya pada industri Pembangkit Listrik. Bapak Renaldi mengajukan beberapa pertanyaan yang membuat kelas semakin interaktif dan membantu mahasiswa untuk lebih memahami prosedur audit yang dibutuhkan atas akun yang tersaji dalam laporan keuangan. Tentunya, sesi perkuliahan ditutup dengan tanya jawab antara mahasiswa dan pemateri. Seluruh pertanyaan yang diberikan dapat dijawab oleh pemateri dengan sangat jelas. Perkuliahan kali ini memberikan banyak pengetahuan baru bagi mahasiswa khususnya mengenai audit pada industri Pembangkit Listrik.