Audit Industri Spesifik: Pertemuan ke 7

Pada hari rabu tanggal 16 Oktober 2026, diadakan pertemuan ke-7 kelas Audit Industri Spesifik secara offline di Universitas Katolik Parahyangan pada pukul 16.00 WIB di Smart Classroom ruang 9714. Pertemuan kali ini dihadiri oleh Ibu Beatrice Tanuwijaya selaku Partner Audit KPMG Indonesia yang juga merupakan alumni dari Akuntansi UNPAR. Pada pertemuan ke 7 ini sangat berbeda dari pertemuan sebelumnya karena kali ini mahasiswa-mahasiswi yang mempresentasikan materi tugas yang diberikan oleh tim KPMG. 

Materi presentasi yang dibawakan hari ini adalah Insurance, Plantation, Banking, dan General mining. Perusahaan yang dipilih oleh seluruh kelompok berbeda sesuai dengan industri yang dipilih. Seluruh kelompok diberikan waktu 15 menit untuk mempresentasikan materinya mulai dari business understanding, informasi keuangan, identifikasi risiko audit dan prosedur audit yang bisa digunakan.

Kelompok pertama yang presentasi adalah kelompok Insurance yang akan dibawakan oleh Kelly Lim dan rekan. Perusahaan yang dipilih oleh kelompok insurance adalah PT MSIG LIFE INSURANCE INDONESIA Tbk. Presentasi dimulai dengan menjelaskan Company profile kemudian kelompok Insurance juga menjelaskan Company Timeline yang menjelaskan proses perkembangan dari awal berdiri hingga sekarang. Produk yang dimiliki oleh perusahaan adalah Life Individual Insurance Product, Bancassurance Product, Direct Marketing Insurance Product, dan Group Life Insurance Product. Kemudian kelompok Insurance juga menjelaskan tentang informasi keuangan dari perusahaan, mulai dari income, total asset, total liability, dan total equity. Mereka menjelaskan alasan- alasan kenaikan dari akun-akun tersebut. Tim Insurance menjelaskan bahwa Audit Risk dari perusahaan adalah Estimasi aktuarial pada transisi PSAK 117, Pengakuan pendapatan, dan Investasi sebesar 89% dari total asset. Tim Insurance juga memberikan response dari audit risk.

Kelompok kedua yang presentasi adalah kelompok Plantation yang akan dibawakan oleh Gevin Cristian Oktavianus dan rekan. Perusahaan yang dipilih oleh kelompok Plantation adalah PT Triputra Agro Persada Tbk. Kelompok Plantation memulai presentasi dengan mengenalkan perusahaan nya terlebih dahulu, kemudian menjelaskan perjalanan perusahaan dari awal hingga masa kini. Kelompok Plantation menjelaskan keunikan perlakuan akuntansi seperti bearer plants (PSAK 216), aset biologis buah di pohon (PSAK 241) dan Persediaan CPO (PSAK 202). Risiko audit yang diidentifikasi yaitu keterlambatan transfer tanaman belum menghasilkan ke tanaman menghasilkan untuk menunda depresiasi, risiko pengunduran fisik persediaan CPO di tangki timbun, serta isu legalitas lahan HGU dan garansi peminjaman plasma. Kemudian tim plantation memberikan audit response terhadap audit risk yaitu pemeriksaan dokumen lahan, cek stok fisik,  pengujian kapitalisasi biaya pemeliharaan. Ibu Beatrice menambahkan saat mengaudit cara untuk menetapkan materialitas adalah angka bukan persentase, misalkan perusahaan bergerak dibidang apa, saham yang beredar di pasar berapa hal tersebut yang harus dipertimbangkan.

Kelompok ketiga yang presentasi adalah kelompok Banking yang akan dibawakan oleh  Ko Janice Victoria dan rekan. Perusahaan yang dipilih oleh kelompok Banking adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk. Tim Banking memulai presentasi dengan menjelaskan Company Profile, Sejarah perkembangan, Segmen dari bisnis nya, serta produk dan layanannya. Tim menjelaskan bahwa lingkungan bisnis bank nasional sangat bergantung transaksi digital dan penyaluran kredit. Kelompok juga menunjukan Key Audit Matters dari perusahaan yaitu cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) atas kredit yang diberikan, Sistem operasi dan pengendalian teknologi informasi (TI) pelaporan keuangan. Tim banking juga menjelaskan risiko audit nya yaitu risiko kredit dan penentuan CKPN, pengakuan pendapatan bunga, kerentanan sistem teknologi informasi, dan risiko kepatuhan terhadap regulasi. Prosedur audit yang disampaikan oleh tim banking adalah uji sampel kredit, rekalkulasi suku bunga dan ECL, menguji hak akses sistem TI, menghitung ulang rasio wajib, cek apakah ada surat atau laporan yang diterima dari bank. Ibu Beatrice menambahkan bahwa Key Audit Matters harus dijelaskan dengan baik mengenai Audit risk dan audit procedures nya.

Kelompok keempat yang presentasi adalah kelompok General Resources yang akan dibawakan oleh Yovanka Ghina Aulia dan rekan. Perusahaan yang dipilih oleh kelompok General Resources adalah PT INDO TAMBANGRAYA MEGAH Tbk. Presentasi dimulai dengan Company overview, Business line & Sales destination, dan informasi keuangannya. Tim General Resources menjelaskan bahwa operasional tambang batu bara termal di Kalimantan serta transisi perusahaan ke energi terbarukan. Audit risk yang disampaikan oleh tim mencakup potensi penurunan nilai(Impairment) aset non keuangan akibat fluktuasi harga komoditas batu bara, serta estimasi provisi komoditas batu bara, serta estimasi provisi rehabilitasi dan pemulihan lingkungan tambang. Prosedur audit yang digunakan adalah evaluasi asumsi harga batu bara dan cadangan bersama spesialis, pengujian rekalkulasi kewajiban reklamasi tambang, serta verifikasi kelengkapan izin usaha pertambangan (IUP). Audit prosedur yang disampaikan meliputi evaluasi asumsi harga batu bara dan cadangan bersama spesialis, pengujian rekalkulasi kewajiban reklamasi tambang, serta verifikasi izin usaha pertambangan. Ibu Beatrice menambahkan perlu memberikan informasi mengenai risiko audit revenue.

Pertemuan ke-7 Audit Industri Spesifik merupakan sebuah pengalaman yang berharga karena kehadiran Ibu Beatrice secara langsung di UNPAR.  Kemudian bimbingan dari Ibu Beatrice juga membuat para mahasiswa lebih antusias untuk memberikan pertanyaan pada kelompok yang presentasi. Dengan pertemuan ini diharapkan seluruh mahasiswa bisa lebih memahami materi yang sudah dijelaskan.