


Pada Senin, 28 September 2026, mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan kembali mendapatkan kesempatan untuk mengikuti KPMG Class yang dilaksanakan di Smart Class Room 09.07.0014, Lantai 7 Gedung 9, Universitas Katolik Parahyangan. Pada pertemuan kali ini, mahasiswa diajak untuk memahami topik yang semakin relevan dalam dunia bisnis dan profesi akuntansi, yaitu Environmental, Social, and Governance (ESG) serta bagaimana proses assurance dapat diterapkan terhadap informasi keberlanjutan.
Materi “Risk-based Assurance on ESG Reporting” disampaikan oleh Bapak Angga Pujaprayoga selaku Audit & Assurance Director dan ESG Assurance Leader KPMG Indonesia yang merupakan Alumni Program Studi Sarjana Akuntansi UNPAR . Pembelajaran dimulai dengan pengenalan mengenai sustainability dan ESG, termasuk bagaimana aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dapat menggambarkan dampak serta cara perusahaan menjalankan aktivitas bisnisnya. Mahasiswa juga diajak memahami bahwa informasi ESG semakin penting karena digunakan oleh berbagai stakeholder dalam menilai kondisi dan keberlanjutan suatu perusahaan.
Pembahasan kemudian diarahkan pada assurance atas sustainability atau ESG reporting. Mahasiswa diperkenalkan dengan peran assurance provider dalam meningkatkan kepercayaan terhadap informasi yang dilaporkan perusahaan. Proses tersebut tidak hanya melihat informasi yang disajikan, tetapi juga mempertimbangkan data, proses, sistem, pengendalian, serta governance yang mendukung pelaporan tersebut.
Salah satu topik yang menarik dalam pembelajaran adalah perkembangan ISSA 5000 sebagai standar internasional untuk sustainability assurance. Perkembangan standar ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap informasi sustainability yang berkualitas, transparan, dan dapat dibandingkan semakin meningkat. Mahasiswa juga mendapatkan gambaran mengenai bagaimana perkembangan tersebut akan membawa perubahan terhadap proses assurance di masa mendatang.
Untuk memberikan gambaran yang lebih aplikatif, pembelajaran dilengkapi dengan case study mengenai assurance atas Scope 1 Greenhouse Gas Emissions. Melalui studi kasus tersebut, mahasiswa diajak untuk melihat bagaimana seorang assurance provider melakukan risk assessment, mengumpulkan bukti, melakukan pengujian, serta mempertimbangkan materiality dalam menentukan informasi yang perlu mendapatkan perhatian lebih.
Pembelajaran juga menjadi semakin interaktif melalui diskusi bersama antara Bapak Angga dengan mahasiswa. Terdapat bagian case study yang perlu didiskusikan bersama sehingga mahasiswa tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi diberikan kesempatan untuk menganalisis permasalahan dari perspektif assurance dan menyampaikan hasil pemikirannya. Hal ini memberikan pengalaman bahwa dalam dunia profesional, penyelesaian suatu permasalahan tidak selalu hanya bergantung pada teori, tetapi juga membutuhkan kemampuan untuk memahami situasi, mengidentifikasi risiko, serta memberikan pertimbangan yang tepat.
Melalui KPMG Class kali ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa perkembangan ESG turut membawa perubahan terhadap profesi akuntansi dan assurance. Seorang auditor maupun assurance professional tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga perlu memiliki critical thinking,professional skepticism, kemampuan berkomunikasi, serta pemahaman terhadap bisnis dan perkembangan regulasi.
Kelas hari ini menjadi pengalaman yang memperluas wawasan mahasiswa mengenai dunia assurance. Pembahasan ESG menunjukkan bahwa peran profesi akuntansi terus berkembang seiring dengan perubahan kebutuhan perusahaan dan stakeholder. Bagi mahasiswa, pemahaman tersebut menjadi bekal untuk melihat bahwa dunia audit dan assurance di masa depan tidak hanya berkaitan dengan laporan keuangan, tetapi juga dengan bagaimana perusahaan menyampaikan informasi keberlanjutan yang dapat dipercaya.


