



Pada 23 September 2026, berlangsung kelas Audit Industri Spesifik yang diajarkan langsung oleh tim pengajar dari KPMG, yaitu Bapak Putra Hartanto selaku Senior Manajer dan Ibu Dian Linggajaya selaku Director . Dalam perkuliahan hari ini topik yang dibahas adalah industri Plantation. Penjelasan materi yang dibawakan oleh kedua pembicara mencakup aspek yang sangat luas, dimulai dari dikenalkan terlebih dahulu terkait industri plantation dari nol. Bagi kami mahasiswa yang masih sangat asing dari industri ini, Bapak Putra dan Ibu Dian mengajak para mahasiswa untuk berkenalan dengan industri plantation dari topik yang umum hingga ke topik yang sangat spesifik.
Pembahasan disusun dengan agenda yang terstruktur, dimulai dari Introduction & Industry Overview, Understanding the Business, Risk Assessments, Common Transaction and Its Accounting, Risk Response Example, hingga Example Financial Statements. Ibu Dian membuka sesi ini dengan pertanyaan “What do you know about palm oil plantation industry?”, sehingga proses kuliah ini menjadi interaktif karena mahasiswa diajak untuk berpendapat, menjawab, dan bertanya seputar industri plantation. Mahasiswa kemudian dikenalkan dengan typical palm oil plantation life cycle, mulai dari land clearing, nursery, immature, mature, hingga re-planting. Selain itu, dijelaskan pula berbagai aktivitas dalam perkebunan seperti pemupukan, maintaining, cultivating, dan harvesting, serta produk utama yang dihasilkan seperti Crude Palm Oil, Palm Kernel Oil, Tandan Buah Segar, dan lain-lain. Tim pengajar juga menjelaskan lebih lanjut mengenai bearer plant, agriculture produce, dan biological assets, menggunakan contoh-contoh yang mudah dipahami.

Pembahasan dilengkapi dengan perlakuan akuntansi yang berlaku pada industri Plantation yaitu PSAK 241 dan PSAK 216 serta dilanjut dengan penjelasan mengenai bagaimana seorang auditor ketika ingin melakukan Physical Inventory Count Observation, dimana terdapat dua jenis inventory yang dapat diukur yaitu Liquid dan Non Liquid. Pada pembahasan ini, kita juga dikenalkan pada tabel kalibrasi yang fungsinya membantu auditor dalam mengukur berat CPO di dalam suatu tangki, silo, dan juga stack. Tim pengajar juga menjelaskan bagaimana auditor perlu memahami berbagai dokumen dan aktivitas operasional, seperti Area Statement, Daily Workers/Foreman, hingga Surveyor Report.
Topik mengenai Plantation tersebut membantu mahasiswa memiliki pengetahuan lebih dalam terkait proses auditor di industri Plantation, terutama palm oil (kelapa sawit), sehubungan dengan Indonesia sendiri yang menjadi produsen kelapa sawit nomor satu di dunia. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai risiko yang umum ditemukan, seperti estate cost capitalization, alokasi biaya antara immature dan mature plantations, dan banyak hal lainnya. Melalui materi ini, mahasiswa dapat memahami tantangan yang dialami auditor dalam industri Plantation.
Materi mengenai Plantation ini juga memberikan insight tambahan mengenai soft skills dalam proses mengaudit atau menganalisis laporan keuangan perusahaan, seperti kemampuan untuk berkomunikasi dengan klien dan pihak-pihak terkait. Selain kemampuan berkomunikasi, diperlukan juga technical knowledge dan critical thinking sehingga dapat memahami kondisi bisnis secara menyeluruh. Dengan kemampuan tersebut, auditor dapat mengidentifikasi berbagai risiko yang mungkin terjadi, menganalisis permasalahan, serta memahami bagaimana aktivitas suatu perusahaan dapat mempengaruhi laporan keuangan
Materi paling terakhir yang disampaikan oleh pengajar adalah mengajak mahasiswa memahami bagaimana laporan keuangan sebuah perusahaan yang bergerak di industri plantation. Dari laporan keuangan yang disajikan, ada beberapa akun-akun yang menjadi perhatian utama jika ingin mengaudit perusahaan di industri plantation. Keunikan yang hanya ada di industri ini seperti munculnya akun seperti Biological Asset dan Bearer Asset menjadi suatu hal yang baru dan bisa menjadi perhatian bagi kita yang ingin mendalami industri ini. Selain diperkenalkan dengan akun-akun yang unik, tim pengajar juga memberikan penjelasan-penjelasan singkat terkait komponen-komponen laporan keuangan lainnya.
Pada akhir pembelajaran, dibuka sesi tanya jawab yang mengundang banyak pertanyaan-pertanyaan menarik dari beberapa mahasiswa. Beragam pertanyaan diajukan kepada pengajar dari berbagai macam aspek. Mulai dari pertanyaan terkait cost model dan revaluation model hingga pertanyaan terkait peraturan pemerintah. Semua pertanyaan terjawab oleh kedua pengajar dengan sangat baik. Banyak pertanyaan juga mengacu tentang bagaimana perilaku auditor terhadap suatu situasi tertentu. Bapak Putra maupun Ibu Dian menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan sangat informatif. Jawaban yang diberikan kepada mahasiswa diselingkan juga dengan pengalaman dari masing-masing pengajar yang mana memberikan wawasan baru bagi mahasiswa untuk memahami industri ini lebih dalam. Sesi ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat suatu permasalahan dari sudut pandang yang berbeda dan memberikan gambaran bahwa suatu permasalahan tidak selalu satu pendekatan penyelesaian.


